Minggu, 22 April 2012

What is our problem?? can we solve together


Siapa yang tak mengenal UKM yang satu ini, LPM Jurnal Kampus yang mulai meramaikan dunia pengorganisasian di lingkungan Fakultas Ekonomi UNLAM. Jurnal Kampus atau yang sering disingkat dengan JK FE Unlam ini merupakan wadah bagi mahasiswa Eknomi untuk menuangkan segala ide kreatifnya baik dalam hal yang berbau jurnalistik ataupun hal lain. Sejatinya JK baru mulai menghembuskan hawa kehidupan sejak 4 tahun terakhir. JK sukses menyuguhkan buletin – buletin kampus yang up too date, pengkaderan yang berkualitas serta sukses dipenyelenggaraan acara Nasional. Nama Jurnal Kampus pun sudah tidak asing dikancah LPM Banjarmasin.
Namun bukan organisasi namanya kalau tak dihadapkan pada badai kendala, segala macam masalah klasik menyapa. Dari yang paling hangat seperti ketidaknyamanan segelintir pengurus dengan pergejolakan situasi JK sekarang, masalah demi masalah diumbar, serentet keluh terurai. Haruskah permasalahan kita diekspos?? Dulu seorang aktifis Himpunan berkata kepada saya, ada baiknya permasalahan itu di selesaikan dan dimusyawarahkan, luapan kekesalan jangan kau jadikan bumerang bagi Organisasimu. Kita itu satu, jagalah nama baik organisasi kita dengan wibawamu. Jangan menjadi manusia yang membuka aibnya sendiri. Begitulah prinsip organisasi sepatutnya di pegang.
Kehadiran, mungkin itu yang menjadi grand problem yang diproblemkan. Kehadiran disetiap rapat – rapat yang menjadi pergunjingan hangat saat ini, saya bisa menjadi kontra sekaligus pro dengan hal ini. Memang sangat benar, kehadiran anggota di event – event JK mulai terlihat seperti kapas, terlalu tipis dan mudah di tiup angin. Begitulah sifatnya, banyak pengurus yang mulai melalaikan kewajibannya, saya pun termasuk. (Tapi itulah yang terjadi, setiap acara rapat atau diskusi memang selalu terbentur dengan kegiatan lain yang juga memang genting) Alasan klasik yang dianggap itu memang terjadi. Lihatlah Kualitas dan Kuantitas seorang individu, kalau kita membicarakan mengenai Kuantitas saya berani bertaruh hanyar beberapa orang saya yang memang bagus secara kuantitas begitupun sebaliknya. Setiap orang mempunyai urusannya masing – masing, dan saya sendiri disini mengakui JK bukanlah satu – satunya urusan saya. Tapi saya dari awal sudah berkomitmen untuk menjadikan JK seperti rumah, saya huni, saya rawat, dan saya jaga.
Jika JK menginginkan pengurus yang berkomitmen hanya kepadanya, saya bersaran untuk membuat absensi berkala disetiap pertemuan yang diadakan. Sejumlah berapa persen kehadiran yang bisa dipertahankan untuk pengurus, begitulah kasarnya.
Interaksi juga penting dalam suatu organisasi, interaksi vertikal dan horizontal belum 100 % terjalin di Jurnal Kampus, itulah yang menurut pribadi saya yang juga menjadi faktor penghalang beberapa pengurus mempunyai rasa memiliki terhadap JK. Rasa memiliki menyeluruh haruslah bisa dipegang teguh pengurus baik itu dalam proker ataupun event besar JK. Dia yang bertahan dia lah yang peduli, semua tergantung pribadi dan kesadaran setiap individunya memang. Masalah interaksi ini sedikitnya berhubungan dengan fasilitas kesekretariatan yang tidak memadai, tapi satuhal yang memang saya akui kebenarannya bahwa berkumpul santai sambil mengakrabkan diri itu merupakan interaksi ampuh menghilangkan kekikukan masalah.
Harapan terakhir, semoga semua anggota bisa menmberikan pengabdian, tenaga dan pemikiran dengan segala ketulusan. Mari bersama kita buat bendera JK hidup dan bangkit guna membangun pondasi JK yang kokoh di Fakultas Ekonomi Unlam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar