Senin, 23 April 2012

GELAR SARJANA SUDAH DITANGAN

Rabu, (8/2) Belasan mahasiswa asyik bersenda gurau di depan ruang 6-7 FE Unlam, setelah ditanya oleh kru jurnal kampus ternyata mereka berkumpul untuk menyemangati teman mereka yang lagi menjalankan Sidang Skripsi di dalam ruangan tersebut. “Didalam lagi dibantai sama dosen” gurau santai salah seorang mahasiswa. Muhammad Taufik Hendry, keluar ruangan dengan wajah setengah pucat namun girang. Hujan selamat terlontar dari pendukungnya setelah mengetahui mahasiswa 2007 ini meraih nilai A disidangnya.
“Gugup, lumayan menguras pikiran dan tenaga” cetusnya. “4,5 tahun kuliah ditentukan hanya dalam waktu 2 jam” tambahnya lagi kepada teman – temannya.
Sekitar 40 mahasiswa manajemen FE Unlam mengambil tugas akhir skripsi untuk memenuhi syarat kelulusan S1 mereka. Begitu juga dari Akuntansi, kurang lebih ada sekitar 60 mahasiswa yang akan disidang sampai tanggal 29 Februari 2012. Sidang skripsi ini dilaksanakan secara serentak baik dari S1 IESP, Program D3, S1 Akuntansi maupun S1 manajemen.
Sidang Skripsi ini hanya boleh diikuti oleh mahasiswa yang memenuhi syarat – syarat yang telah ditentukan seperti ber IPK lebih dari 2,5 dan telah lulus minimal 138 SKS. Selain itu, persetujuan dari 2 dosen pembimbing juga harus didapat untuk melengkapi kevalidan skripsi yang telah dikonsulkan.
Persiapan untuk menyelesaikan skripsi ini membutuhkan waktu sekitar 6 bulan dari awal pengajuan judul, penyebaran kuisioner atau tahap penelitian sampai mendapat persetujuan dari 2 dosen pembimbing untuk siap disidangkan.
Setelah semua mahasiswa yang mengambil tugas akhir kuliah ini menjalankan sidangnya, mereka siap menjalankan yudisium dan sah bertitel SE (Sarjana Ekonomi). (Yeni Fitria_LPM JK FE Unlam)

KETERLAMBATAN KHS

Jum’at (10/2), pukul 7.30 sudah banyak mahasiswa hilir mudik di wilayah Universitas Lambung Mangkurat. Begitulah sudah seharusnya, dari tanggal 6 Februari kegiatan perkuliahan mestinya sudah dimulai. Namun, tidak seperti Fakultas Ekonomi, di kampus Fekon ini hanya terlihat sedikit motor yang terparkir di parkiran.
“Bolak balik kampus”, keluh kebanyakan mahasiswa. Mereka mondar – mandir di ruang BAAK hanya untuk mengecek KHS (Kartu Hasil Study) yang seharusnya sudah lama di bagikan. Keterlambatan ini menurut staf pegawai kampus dikarenakan belum semua nilai mahasiswa diserahkan dosen. Kebanyakan mahasiswa menyayangkan proses keterlambatan ini, “Apalagi mahasiswa yang tidak berdomisili di Banjarmasin hal ini tentu akan menyulitkan mereka untuk bolak balik dari tempat mereka ke kampus hanya untuk mencek kabar KHS” ujar Akbar mahasiswa S1 Akuntansi ini.
Kabar burung mengatakan kegiatan belajar mengajar akan dimulai sekitar tanggal 20 Februari, terlambat 2 minggu dari yang telah diumumkan. Keterlambatan ini juga menguntungkan bagi beberapa mahasiswa karena waktu libur mereka bertambah panjang.
“Sebenarnya aneh, padahal sudah jelas kemarin saat ujian mahasiswa absen, dan otomatis sebenarnya mahasiswa pasti mengikuti ujian. Kalaupun ada nilai yang tidak ada katanya, dosen kan bisa mengumumkan lewat mading lagi” tambah akbar menjelaskan kepada kru jurnal kampus.
Semoga proses seperti ini tidak lagi terulang, dan mahasiswa bisa mendapatkan kenyamanan pemberian informasi sesuai prosedur. (Yeni Fitria_LPM JK FE Unlam)

Manfaatkan waktu libur

 
Masa penat perkuliahan diakui memang membuat sedikit mahasiswa merasa perlu waktu libur untuk merelaksasi pikiran dan fisiknya. Sedikit jeda break beberapa hari memperingati hari raya Idul Adha tak begitu saja dilewatkan oleh segelintir mahasiswa.
Sebagian mahasiswa merasa lebih nyaman menikmati masa rehatnya di kampung halaman sendiri seperti mahasiswa S1 Akuntansi ini, M.Baihaki yang mengaku kangen berkumpul dengan keluarga besarnya di Barabai.
Ada juga yang lebih memilih untuk bermalas-malasan di rumah menikmati libur 3 hari ini. Salah satunya seperti Nuraya Widhantisa “jarang-jarang kan libur sabtu, minggu, senin..Biasanya di hari sabtu walaupun libur tapi pasti ada rapat, seninnya kuliah lagi. Nah ga salah libur 3 hari ini di gunakan untuk bersantai di rumah dan bersilaturahmi dengan keluarga” papar cewek berkawat gigi ini.
Selain mereka ada sekelompok mahasiswa yang memilih untuk berolahraga mengisi waktu luang, bersepeda pagi adalah pilihan mereka. Sabtu (5/11), Taufik Hendri, Acin Alia, Elizabeth dan Fitria menggowes sepeda mereka dari jam 8. Mereka sepakat untuk mengitari wilayah pal 9, Es Nyiur Mama Icha merupakan tempat sasaran mereka kali itu. “Bersepeda menyehatkan, olahraga murah meriah dan cukup menguras keringat” ucap Taufik Hendri yang memang mengaku hobby bersepeda dengan sepeda gunungnya.
3 hari waktu libur yang bisa mereka manfaatkan jauh dari seluk beluk tugas kuliah dan midtest. Hari selasa aktivitas kampus pun kan di mulai kembali, semua mahasiswa kan dihadapkan pada padatnya jadwal kuliah dan urusan organisasi kembali. (Yeni Fitria/LPM_JK FE Unlam)